LASER 3D SCANNER DALAM BERBAGAI BIDANG

 

LASER 3D SCANNER DALAM BERBAGAI BIDANG

ditulis oleh FiFah

 

        I.            Latar Belakang

Dewasa ini, banyak sekali keperluan yang membutuhkan desain, visual ataupun kebutuhan lainnya. Pendekatan visual dapat meningkatkan efektifitas dalam pelaksanaan suatu projek. Pendekatan visual akan memberikan gambaran yang jelas. Sehingga kita dapat memahami situasi dan kondisi yang ada. Namun visual 2D masih memilki kekurangan. Model 2D hanya memiliki satu sudut pandang. Analisa yang didapatkan menjadi kurang efektif. Pengambilan data untuk memenuhi keperluan juga kurang efisien. Maka dari itu, model 3D begitu dibutuhkan. Model 3D sudah kerap digunakan dalam berbagai proses desain. Model 3D untuk desain engineering, kontruksi IBM, survey arkeologi bahkan karya seni dan masih banyak kegunaan lainnya. Dunia sudah paham akan hal itu. Dunia paham betapa model 3D memudahkan banyak proyek. Model 3D memudahkan produktivitas detail. Dunia sadar kebutuhan alat yang dapat menyediakan model 3D tersebut.

Laser 3D scanner akan sangat berpengaruh dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Laser 3D scanner berperan menjadi inovasi yang akan berpengaruh besar. Pada laser 3D scanner, data yang diperoleh mencakup wilayah yang luas dan dapat diolah menjadi beragam bentuk sesuai kebutuhan pengguna. Selain untuk pemodelan ulang atau pun analisis teknis adalah untuk memotret realitas dari panorama yang ada. Data  yang diperoleh sangat detail untuk selanjutnya diolah pengguna. Pengambilan data juga sangat efisien. Jika kamera biasa akan memerlukan berkali-kali potret, laser 3D scanner hanya perlu sekali take action. Sehingga dapat dipastikan bagaimana keuntungan penggunaan laser 3D scanner ini.

 

     II.            Mekanisme Kerja Laser 3D scanner

Laser akan dipancarkan ke panorama atau objek yang hendak di scan. Cahaya yang terpancar akan dipantulkan objek. Kemudian pantulan cahaya tersebut diterima oleh sensor. .


 

 

 

Laser dipancarkan lurus ke atas dan tripot pemancar akan berputar. Sehingga laser dapat mendapatkan scan keseluruhan wilayah.

 




 

Ketika cahaya yang dipancarkan itu datang kembali ke sensor, waktu yang dibutuhkan akan terhitung otomatis. Sehingga jarak object dapat diketahui. Sembari scanner berputar, data panjang objek juga didapatkan. Tepatnya menggunakan perhitungan vector x,y,z atau I,j,k.

 


 

 

 

Proyeksi vektor x,y,z adalah hasil dari pancaran projektor. X untuk pancaran lurus dari projektor. Y untuk juring perputaran projektor. Lalu, z untuk pancaran vertikal dari projektor.



Luas wilayah scan memang terbatas untuk satu kali scan dilakukan. Namun, laser 3D scan dapat melakukan multiple scan. Dimana scan area dapat disatukan antara satu dengan lainnya. Hal ini memungkinkan data hasil scan dalam wilayah yang sangat luas.


Laser yang ditembakkan akan direkam menjadi point-clouds. Titik-titik awan ini yang kemudian disimpan sebagai data. Data ini dapat diolah dan dimodifikasi ke dalam beragam jenis. Mulai dari sekedar panorama asli seperti foto. Data tersebut juga bisa diolah secara detail untuk menganalisis materi arkeologi dan lain-lain. Namun, data yang diperoleh dari laser 3D scanner membutuhkan software khusus untuk mengolahnya.

 

  III.            Kegunaan atau Pemanfaatan

1.      Pengukuran instalasi pengeboran minyak banyak dilakukan dengan bantuan 3d Laser Scanner.

2.      Pembuatan IBM.

3.      Desaign engineering.

4.      Dokumentasi arkeologi.

 

  IV.            Kesimpulan

Laser 3D scanner merupakan inovasi yang bermanfaat dalam berbagai bidang. Inovasi pemanfaatan laser ini akan bermanfaat dalam upaya pendekatan visual dalam semua projek yang membutuhkannya. Menggunakan laser 3D scanner juga meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemodelan 3D untuk analisis data.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eksperimen Tabung Sinar Katoda Thompson: Penemuan Elektron

MEMASYARAKATKAN SAINS SEBAGAI ILMUWAN MUSLIM